. Lithani Band

Sabtu, 26 Maret 2011

Peresmian Sanggar Humaniora Cabang Kota Batam

Antusias yang begitu luar biasa terlihat di sekitar panggung tempat dimana Lithani band kali ini beraksi, dimana acara kali ini diadakan di Mega Mall Kota Batam. Ini merupakan acara peresmian sebuah sanggar yang berpusat di Jakarta. Sanggar yang merupakan tempat dimana para calon seniman belajar banyak hal tentang bidang seni yang akan ia geluti. Sanggar yang diberi nama Humaniora ini merupakan tempat yang tepat bagi setiap kalangan yang ingin mempertebal ilmu di dunia entertaiment.

Acara ini juga dimeriahkan oleh artis senior ibu kota, yaitu Edi Karsito dan Yati Surachman. Yang mana Edi Karsito tidak lain adalah pendiri sanggar Humaniora. Dimana beliau bersama teman-teman mempunyai niat yang sangat tulus untuk menyumbang waktu dan tenaga untuk berkunjung ke Kota Batam dengan tujuan untuk membuka peluang bagi para anak muda untuk mengembangkan sayapnya di dunia entertaiment.

Lithani band yang juga hadir sebagai guest star berhasil unjuk gigi dan mendapat perhatian dari banyak pengunjung yang hadir pada hari itu. Lithani band juga berkolaborasi dengan beberapa model cilik yang pada hari itu juga turut menjadi bagian dari acara tersebut.

Lithani band juga berharap dengan hadirnya sanggar Humaniora cabang Batam ini, para kaula muda dapat lebih mudah untuk menggapai segala harapannya.
Share Read More...

Selasa, 01 Maret 2011

Single Terbaru Lithani

Tidak lama lagi Lithani akan mengeluarkan single terbaru yang berjudul "aku tak pernah rela". Lagu yang lahir lewat torehan tangan sang vocalist ini mengusung irama yang sedikit berbeda dari 8 lagu sebelumnya. Dengan nuansa yang sedikit up beat dan didukung oleh lirik yang terbilang tajam, Lithani yakin bahwa lagu ini akan mampu menarik hati para pecinta musik tanah air.
Saat ditemui dalam sebuah acara di hotel Vista Batam, Handa mengatakan bahwa lagu ini menceritakan tentang ketidak relaan seorang lelaki untuk melepas pujaan hatinya, dikarenakan sang pujaan tengah didekati oleh lelaki lain.

"lirik lagu ini jantan banged yah, menunjukkan bahwa laki-laki itu tak pernah menyerah dalam memperjuangkan cintanya, meskipun ia harus bertaruh nyawa, dia tetap kuat pendiriannya." ucap Handa.

Handa juga mengakui bahwa saat ini Lithani sedang dalam proses menuju recording, dan ia pun mengajak para Lithaner's untuk segera bersiap menyambut single terbaru mereka. Share Read More...

Musik Bukan Pembeda

Beberapa waktu belakangan ini, banyak sekali kejadian konyol yang terjadi di beberapa situs jejaring sosial, khususnya Facebook. Dimana beberapa penggunanya membangun sebuah grup pertemanan yang bertujuan untuk menentang salah satu band musik Indonesia. Hal ini mencuri perhatian banyak musisi Indonesia, terlebih bila mereka sendiri yang menjadi sasaran tembaknya.

Tata Lithani yang juga salah seorang pengguna jasa facebook mengatakan bahwa dirinya sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi, karna menurutnya semua itu hanya akan menimbulkan dampak negatif bagi diri kita sendiri.

"mereka semua tak lagi mencari keharmonisan, yang mereka telusuri adalah letak kesalahan seseorang, kenapa harus seperti itu. Apa karna musisi Indonesia telah begitu sempurna, hingga sebuah prestasi tak lagi diperhitungkan. silahkan saja cari-cari kesalahan, karna itu akan berdampak buruk untuk diri kita sendiri" jawab Tata saat ditemui di gedung graha pena Batam Pos minggu lalu.

Hal ini memang sangat memprihatinkan, dimana anak bangsa berusaha untuk menurunkan bendera permusikan negerinya sendiri, yang mana bendera tersebut tengah elok berkibar, bahkan hingga ke negeri tetangga.

"harusnya kita bangga dengan musisi dalam negeri, mereka telah melakukan yang terbaik, jangan hancurkan usaha mereka hanya karna anda tidak menyukai karya mereka" ucap Tata kembali.

Ternyata bukan hanya Tata saja yang merasa terusik dengan hal ini, Ando yang juga penikmat situs jejaring sosial turut mengungkapkan kekesalannya, dan bahkan ia mengaku bahwa dirinya sempat beberapa kali ditawari untuk bergabung dengan grup-grup pertemanan yang seperti itu.

"banyak banged ajakan untuk bergabung, dari grup anti ini lah, anti itu lah, kenapa gak anti nyamuk aja, kan lebih bermanfaat, hehee.." Ando.

Sebagian besar orang yang melakukan hal tersebut mempunyai alasan yang sama, yaitu karena musik yang mereka cekal tak seperti musik yang mereka inginkan, atau hanya karena kemiripan lagu dengan musisi mancanegara, bahkan dandanan yang sama juga menjadi alasan utama mereka.

"saya menyukai salah satu band tanah air, mereka kreatif dan mempunyai kemampuan bermusik yang tinggi, tapi saya sedih melihat apa yang telah mereka capai kini menjadi bahan cercaan sebagian orang. Saya juga tidak tahu mengapa hal seperti ini bisa terjadi, yang pasti mereka semua telah salah bertindak. Apalagi di Indonesia saat ini tengah menjamur berdirinya komunitas-komunitas pecinta musik tanah air bahkan mancanegara. Mereka terdiri dari fans-fans musik yang berbeda, genre yang berbeda. Bila ada kejadian saling hina seperti ini, bukan tidak mungkin itu semua hanya akan menyulut kekisruhan saja. Untunglah di Batam tidak sampai separah itu, dan saya harap kedamaian dan rasa saling menghargai bisa tumbuh dihati para pecinta musik, agar tak ada lagi pembunuhan hak bermusik seperti ini" jawab Handa.

Namun serangkaian peristiwa pencekalan seperti ini tak hanya menuai hasil negatif, Handa menyebutkan, dengan adanya kejadian ini, para musisi dapat memacu diri untuk melahirkan karya yang tak setengah-setengah, dan yang pasti hal ini juga dapat menghentikan produksi band asal jadi, namun tindakakannya tidak harus sampai berlebih.
Share Read More...

Jumlah Pengunjung

ShoutMix Chat


ShoutMix chat widget

Friends


Band emailQuantcast